Product SiteDocumentation Site

7.2. Prosedur Umum

Bagian ini menyampaikan beberapa tip pada berbagai operasi yang secara berkala harus dilakukan seorang administrator. Tujuan dari prosedur ini tentu saja tidak menyelesaikan setiap kasus yang mungkin terjadi secara menyeluruh. Tapi mungkin akan menjadi titik mula untuk kasus-kasus yang lebih sulit.

7.2.1. Mengkonfigurasi Program

Ketika Anda ingin mengonfiguasi sebuah paket yang tidak diketahui, Anda harus melakukannya dalam beberapa langkah. Pertama, Anda harus membaca apa yang telah didokumentasikan oleh maintainer paket. Membaca /usr/share/doc/paket/README.Debian sesungguhnya akan mengizinkan Anda untuk memelajari bekal khusus yang dibuat untuk menyederhanakan penggunaan perangkat lunak. Terkadang ini penting agar memahami perbedaannya dari perilaku asli program, sebagaimana dijelaskan pada dokumentasi umum, seperti howto. Terkadang berkas ini juga merinci error yang paling umum agar menghindarkan Anda untuk membuang waktu pada masalah umum.
Kemudian, Anda harus melihat dokumentasi resmi perangkat lunak — lihat Bagian 7.1, “Sumber-Sumber Dokumentasi” untuk mengidentifikasi berbagai sumber dokumentasi yang ada. Perintah dpkg -L paket memberikan daftar berkas yang disertakan dalam paket; Anda dapat mengidentifikasi dokumentasi yang tersedia secara cepat (dan juga berkas-berkas konfigurasi, yang terletak di /etc/). dpkg -s paket menampilkan meta-data paket dan menampilkan beberapa rekomendasi atau saran paket yang memungkinkan; di sana, Anda dapat menemukan dokumentasi atau sebuah utilitas yang akan memudahkan konfigurasi perangkat lunak.
Akhirnya, berkas konfigurasi sering didokumentasikan-sendiri oleh banyak komentar yang menjelaskan secara rinci berbagai kemungkinan nilai untuk setiap pengaturan konfigurasi. Saking banyaknya terkadang ini cukup untuk sekedar memilih sebuah baris untuk diaktifkan di antara yang tersedia. Dalam beberapa kasus, contoh berkas konfigurasi tersedia di direktori /usr/share/doc/paket/examples/. Mereka disajikan sebagai dasar berkas konfigurasi Anda sendiri.

7.2.2. Memonitor Apa yang Dilakukan Daemon

Memahami apa itu daemon terkadang lebih rumit, karena tidak berinteraksi langsung dengan administrator. Untuk memeriksa bahwa sebuah daemon benar-benar bekerja, Anda perlu mencobanya. Misalnya, untuk memeriksa daemon Apache (server web), tes dengan sebuah permintaan HTTP.
Untuk melakukan tes, setiap daemon biasanya merekam apapun yang dia lakukan, juga error yang terjadi, yang disebut “berkas log” atau “log sistem”. Log disimpan di /var/log/ atau salah satu subdirektorinya. Untuk mengetahui berkas log setiap daemon secara tepat, lihat dokumentasinya. Catat: satu percobaan tidak selalu cukup jika tidak mencakup semua kemungkinan kasus penggunaan; beberapa masalah hanya terjadi pada kondisi tertentu.
As a preventive operation, the administrator should regularly read the most relevant server logs. They can thus diagnose problems before they are even reported by disgruntled users. Indeed users may sometimes wait for a problem to occur repeatedly over several days before reporting it. In many cases, there are specific tools to analyze the contents of the larger log files. In particular, such utilities exist for web servers (such as analog, awstats, webalizer for Apache), for FTP servers, for proxy/cache servers, for firewalls, for e-mail servers, for DNS servers, and even for print servers. Other tools, such as logcheck (a software discussed in Bab 14, Keamanan), scan these files in search of alerts to be dealt with.

7.2.3. Meminta Bantuan pada Milis

If your various searches haven't helped you to get to the root of a problem, it is possible to get help from other, perhaps more experienced people. This is exactly the purpose of the mailing list and its language specific siblings . As with any community, it has rules that need to be followed. Before asking any question, you should check that your problem isn't already covered by recent discussions on the list or by any official documentation.
Once those two conditions are met, you can think of describing your problem to the mailing list. Include as much relevant information as possible: various tests conducted, documentation consulted, how you attempted to diagnose the problem, the packages concerned or those that may be involved, etc. Check the Debian Bug Tracking System (BTS, described in sidebar Bagian 1.3.2.1, “Reporting bugs”) for similar problems, and mention the results of that search, providing links to bugs found. BTS starts on:
Semakin Anda sopan dan jelas, semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan jawaban, atau, setidaknya beberapa unsur tanggapan. Jika Anda menerima informasi yang sesuai oleh surel private, pikirkan untuk meringkaskan informasi ini secara publik agar orang lain mendapatkan manfaatnya. Hal ini juga menjadikan arsip milis, dicari melalu berbagai mesin pencari, untuk menampilkan jawaban untuk orang lain yang mungkin memiliki pertanyaan yang sama.

7.2.4. Melaporkan Kutu Ketika Sebuah Masalah Terlalu Sulit untuk Diselesaikan

Jika semua usaha untuk menyelesaikan sebuah masalah gagal, mungkin jawaban bukan tanggung-jawab Anda, dan masalahnya karena kutu pada program. Dalam hal ini, prosedur yang tepat adalah melaporkan kutu ke Debian atau ke pengembang hulu secara langsung. Untuk melakukan ini, isolasi masalah sebisa mungkin dan buat keadaan percobaan minimal yang dapat menghasilkan permasalahan itu. Jika Anda tahu program mana yang diduga menimbulkan masalah, Anda dapat menemukan paket yang sesuai dengan perintah, dpkg -S berkas_yang_diminta. Periksa Bug Tracking System (https://bugs.debian.org/paket) untuk memastikan bahwa kutu belum dilaporkan. Anda kemudian dapat mengirim laporan kutu Anda sendiri, menggunakan perintah reportbug, termasuk sebanyak mungkin informasi, khususnya penjelasan lengkap tentang keadaan percobaan minimal yang akan memudahkan siapapun untuk membuat ulang kutu.
Unsur bab ini dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah secara efektif yang akan dibawa pada bab-bab berikutnya. Gunakan sesering mungkin ketika diperlukan!